HomeArtikel

Waria Dilarang Tampil di Mall

Like Tweet Pin it Share Share Email

Gerakan Sehat Masyarakat (GSM) sebuah lembaga yang bekerja untuk isu HIV dan AIDS untuk kelompok homoseksual dan waria di Medan. Mengadakan pameran photo dan talkshow 21-22 Februari 2010 di Mall Paladium Medan.  Kegiatan ini bertujuan untuk semakin lebih banyak lagi  meyebarkan informasi HIV dan AIDS kepada publik khususnya kelompok gay dan waria.  Dari keterangan dr Yenni diperkirakan dikota Medan ada sekitar 4.000 orang gay sedangkan yang baru terjangkau oleh GSM baru 1.500 orang. Selain pameran photo dalam talkshow menghadirkan narasumber dr Yenni (direktur GSM), Hartoyo (Ourvoice) dan seorang photographer.
 Pada kesempatan ini banyak peserta bertanya soal apa itu HIV dan AIDS dan bagaimana menginfeksi pada orang lain. Sehingga masih banyak bertanya seputar soal hal-hal medis tentang  HIV dan AIDS.   Misalnya pertanyaan apakah jika kita sudah test negative masih perlu lagi untuk test?  Pertanyaan banyak diajukan oleh dr Yenni.

Hartoyo lebih banyak menyoroti soal hak asasi manusia dikaitkan dengan kelompok homoseksual dan waria. Walau ada “beban” sendiri bagaimana meyampaikan soal isu-isu homoseksual  kepada pengunjung.  Karena sehari sebelumnya dari diskusi dengan teman-teman GSM, pihak Mall Palladium melarang untuk tidak ada seorang waria menampilkan karyanya diatas panggung.  Seperti menari atau menunjukkan kebolehannya. Ini memang tidak bermasalah oleh banyak orang tetapi bicara konteks hak asasi waria akan menjadi banyak persoalan.  Menurut keterangan ada anggapan  buruk nantinya dilekatkan di Mall kalau  waria harus tampil.  Padahal berjalannya Mall atau pusat-pusat perbelanjaan waria banyak memberikan kontribusi dalam  karya-karyanya. 

Sampai acara berakhir, peserta sangat antusias khususnya untuk masyarakat umum. Mestinya kegiatan-kegiatan publik seperti  ini lebih banyak dilakukan lagisa. Pemerintah dan pengusaha Mall dapat membuat kegiatan seperti ini. Sehingga informasi HIV dan AIDS akan banyak diketahui oleh orang.   Tapi harus dipikirkan bagaimana untuk masyarakat miskin di pedesaan ataupun di perkotaan yang selama ini sulit sekali mendapatkan akses informasi HIV dan AIDS. Mudah-mudahan pemerintah terbuka hatinya untuk melaksanakan kewajibannya sebagai pelayan masyarakat. Sekali lagi sukses buat GSM Medan. 

Comments (2)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *