HomeKesehatan

Mengapa kesehatan reproduksi sangat penting?

Like Tweet Pin it Share Share Email

gam 10Kebutuhan dan jenis resiko kesehatan reproduksi yang dihadapi remaja mempunyai ciri yang berbeda dengan anak-anak ataupun orang dewasa. Jenis resiko kesehatan reproduksi yang harus dihadapi remaja antara lain adalah kehamilan, aborsi, penyakit menular seksual (PMS), kekerasan seksual, serta masalah keterbatasan akses terhadap informasi dan pelayanan kesehatan.

Resiko ini dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berhubungan, yaitu tuntutan untuk kawin muda dan hubungan seksual, akses terhadap pendidikan dan pekerjaan, ketidaksetaraan jender, kekerasan seksual dan pengaruh media massa maupun gaya hidup.

Bagi remaja putri, mereka kekurangan informasi dasar mengenai ketrampilan menegosiasi hubungan seksual dengan pasangannya. Mereka juga memiliki kesempatan yang lebih kecil untuk mendapatkan pendidikan formal dan pekerjaan yang pada akhirnya akan mempengaruhi kemampuan pengambilan keputusan dan pemberdayaan mereka untuk menunda perkawinan dan kehamilan serta mencegah kehamilan yang tidak dikehendaki. Kadangkala pencetus perilaku atau kebiasaan tidak sehat pada remaja justru adalah akibat ketidak-harmonisan ayah-ibu, sikap orang tua yang menabukan pertanyaan aanak/remaja tentang fungsi/proses reproduksi dan penyebab rangsangan seksual (libido), serta frekuensi tindak kekerasan anak (child abuse).

Mereka cenderung merasa risih dan tidak mampu untuk memberikan informasi yang memadai mengenai alat reproduksi dan proses reproduksi tersebut. Karenanya, mudah timbul rasa takut di kalangan orang tua dan guru, bahwa pendidikan yang menyentuh isu perkembangan organ reproduksi dan fungsinya justru akan mendorong remaja untuk melakukan hubungan seks pranikah. Kondisi lingkungan sekolah, pengaruh teman, ketidaksiapan guru untuk memberikan pendidikan kesehatan reproduksi, dan kondisi tindak kekerasan sekitar Rumah tempat tinggal juga berpengaruh. Remaja yang tidak mempunyai tempat tinggal tetap dan tidak mendapatkan perlindungan dan kasih saying orang tua, memiliki lebih banyak lagi faktor-faktor yang berkontribusi seperti: rasa kekhawatiran dan ketakutan yang terus menerus, paparan ancaman remaja jalanan, pemerasan, penganiayaan serta tindak kekerasan lainya, pelecehan seksual dan perkosaan. Para remaja ini beresiko terpapar pengaruh lingkungan yang tidak sehat, termasuk penyalahgunaan obat, meminum berakohol, tindak kriminalitas, serta prostitusi.

Dampak pemakaian narkoba terhadap kesehatan reproduksi adalah gangguan padaendokrin, seperti: penurunan fungsi hormon reproduksi (estrogen, progesteron, testosteron), serta gangguan fungsi seksual.

Dampak pemakaian narkoba terhadap kesehatan reproduksi pada remaja perempuan antara lain perubahan periode menstruasi, ketidak-teraturan menstruasi, dan amenorhoe (tidak haid).

(sumber :dikutip dari www.yakita.or.id dan www.wikimu.com/News/Print.aspx?id=5691)

Comments (14)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *