HomeArtikel

Berawal Dari Postingan Yang Menanyakan Tanggapan

Like Tweet Pin it Share Share Email
                                 Paradigma

Berawal dari postingan saya ini pada hari Sabtu, 28 Juli 2018;

 

Bisa dilihat semua komentar disini https://www.facebook.com/banirissetya/posts/10215057486023420

Dan saya mendapatkan banyak komentar cukup banyak (73 comment)  hanya dalam beberapa saat. Dan yang menarik adalah isi komentarnya yang malah tidak kepada content yang saya tanyakan,

“Saya ingin tahu tanggapan teman2 di medsos mengenai foto ini. Dan nnti tanggapan teman2 akan sy kompilasi dan tuliskan di blog public sy.”

Tapi ada yang tertarik untuk menyerang saya secara personal, yang saya pastikan ini pasti karena tulisan saya diawal;

 “Ini maksudnya apaan sih nak?” Saya spontan kaget dan ngedumel ketika ada foto ini lewat di wall medsos saya.”

Dan 73 komentar yang masuk dalam waktu singkat :

 



 

Ok jadi itu adalah awal dari cerita saya yang tidak akan terlalu panjang ini.

 

Ketika sebuah postingan di timeline muncul berderetan lebih dari 3 (kalau tidak salah).  Dan komentar timeline orang-orang tentang foto itu kearah negative semuanya (itu yang saya pikir ya, kalau salah tolong dibenarkan).

Saat itu yang terpikir oleh saya adalah langsung kepada bagaimana Cara Program MSM agar bias lebih Inklusif dan kalau cara masuk informasinya pada masyarakat seperti ini hasilnya akan lebih banyak pertentangan daripada menjadikannya cepat membaur pada masyarakat sosial.

Menurut saya pribadi akan lebih baik apabila postingan itu menggiring pada sebuah hal yang biasa-biasa saja untuk banyak orang,  kenapa?

Karena “postingan yg lewat timeline saya” yang saya baca komentar-komentarnya negative.

 

Menurut saya ini hampir mirip dengan Harm Reduction pada pengguna Narkoba Suntik, menurut saya yaaa.

Area nya ada di area abu-abu. Area abu-abu? Ya benar sekali sehingga kita sebagai pekerja social dapat memasukkan isu itu lebih mudah ke masyarakat dan pemerintah.

 

Meskipun saya pribadi yakin bahwa setiap orang memiliki prinsip dan cara pandang berbeda masing-masing individu, dan saya sebagai pecandu sejak tahun 1994 tidak mau dan akan sangat tidak siap sekali apabila anak saya nanti lahir dan besar sebagai pecandu.

 

Menghakimi saya bahwa saya tidak sensitive kepada MSM? Tidak apa-apa dan tidak masalah sama sekali untuk diri saya pribadi.

Saya sejak 2004 bekerja di isu Narkotika dan HIV dan sudah mengenal cukup dalam isu MSM dan kalau dibaca komentarnya yang seperti saya jahat sekali ya pada MSM?

Silahkan tanyakan orang-orang yang kenal dekat dengan saya, teman kantor saya, sejak kapan saya bergaul dan berteman baik dengan mereka (MSM).

 

Melihat pada komentar-komentar yang diberikan pada status saya dan Japri langsung, terlihat dengan jelas sekali bagaimana para penggiat kerja social, kebanyakan ‘membalas” dengan paradigma pada ranah HITAM dan PUTIH, sehingga yang terjadi pada para penggiat kerja sosial  adalah ‘Kemenangan Semu”. Padahal hasilnya hanya Sukses untuk menyudutkan saya.

Justru dengan “ramai’ nya postingan ini, saya melihat Cara Strategi Campaign yang lebih Unik dengan Cara berbeda. Ini sama dengan membangun sebuah BRANDING dalam bisnis. Diawal buat dahulu konten viral yang “abu-abu” lalu terjadi engagement, dan lalu konfirmasikan dengan informasi yang benar tentang MSM, dan akhirnya BOOM terjadi GOALS seperti yang diinginkan.

Sekian tulisan ala kadarnya dari anak kemarin sore ini dan Mohon maaf apabila ada pihak yang tersinggung.

_____

Paradigma dalam disiplin intelektual adalah cara pandang orang terhadap diri dan lingkungannya yang akan mempengaruhinya dalam berpikir (kognitif), bersikap (afektif), dan bertingkah laku (konatif). *wikipedia

 

Comments (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *