Please wait..

Undang-Undang Narkotika Baru, Apakah SUDAH berperspektif KORBAN?

banirisset

Advertisements
Advertisements

Akhirnya setelah digodok selama sekitar 4 tahun, Undang-undang Narkotika yang baru sudah selesai. Saya disini akan coba berbagi ‘pandangan’ dengan teman-teman semua. Apakah esensi pada UU Narkotika yang sekarang sudah berbeda dengan dahulu, jauh lebih baik, atau jauh lebih buruk.

Sekedar pengingat saja. Bahwa pada pasal-pasal terdahulu terjadi pengkriminalisasian masyarakat, sebagai contoh; Apabila ada warga atau orang tua yang tidak mau melapor warga/anak nya memakai NARKOTIKA maka akan dikenakan sanksi.

Advertisements
Loading...

Hal yang menurut saya cukup menarik. Bagaimana mungkin seorang Orang Tua akan memberitahukan anaknya yang terkena Penyakit Adiski (kecanduan) 🙂

Advertisements
Loading...
Kalau setelah diberikan anaknya pada yang berwajib lalu anaknya disembuhkan (dipulihkan) sih tentu tidak ada masalah. Tetapi pada kenyataanya Pengguna Narkotika kan masih dilihat sebagai Pelaku Kriminal yang harus diperas dipenjarakan. La kalo Pengguna yang notabene adalah KORBAN dan Orang Sakit, lalu BANDAR nya gimana ya?

Penelitian menyebutkan bahwa penjara dipenuhi 70% Pengguna Narkotika dan hanya 10-20% Bandar.

Nah looo……

Advertisements
Loading...

Silahkan donlot UU Narkotika Terbaru disini

Advertisements
Loading...

Also Read

Bagikan:

Tags

10 thoughts on “Undang-Undang Narkotika Baru, Apakah SUDAH berperspektif KORBAN?”

  1. "Mending sediakan satu tempat khusus buat pemakai seperti yang ada di Belanda, jadi pengguna hanya bisa memakai di area itu saja dan apabila memakai di luar area itu akan ditangkap, semua keperluan harus difasilitasi oleh pemerintah seperti insulin, alcohol swap, paper, bong tentu juga music bagi yang pengguna ekstasi.

    drugsnya juga harus disupply oleh pemerintah tentunya dalam pengawasan badan tertentu yang ditujuk oleh pemerintah untuk memonitor program itu.

    dan program recovery juga harus diimplementasikan kepada para pecandu yang berada di area tersebut supaya mereka bisa menentukan pilihan ingin berhenti atau terus lanjut.

    bagi yang ingin berhenti mereka harus menerima konsekuensi harus pasang badan atau yang biasa dikenal dengan istilah cold turkey dengan tujuan belajar bertanggung jawab 'berani pakaw berani sakaw.

    kalo yang pingin lanjut silahkan, mungkin one day at a time mereka akan sampai pada rock bottom dan memilih untuk recover.

    itu program yang akan saya tawarkan apabila suatu saat nanti saya menjadi anggota DPR"

    Reply
  2. ban, tulisan teh hanya cuman wacana euy jadinya….sepertinya harus ada action yg lebih dari itu…gw setuju ama tulisan elu.

    Reply
  3. berantas bandarnya…
    jangan junkienya….
    junkies are also humanbeing…..!!!!
    we're also have rights to live like everybody else in this world.
    So guys… lets make chance!!!

    Reply
  4. weh dikit tapi tajem euy .. kalau komen pertama pingin jadi angg DPR.. kenapa yang nulis -nya belum niatan jadi angg DPR hayoo ? xxixixi

    Reply
  5. dilematis ya kang.. di satu sisi orang tua ingin anaknya bisa lepas dari jeratan narkoba tapi di sisi lain orang tua takut nanti anaknya di penjara ..

    Reply
  6. ban, tulisan teh hanya cuman wacana euy jadinya….sepertinya harus ada action yg lebih dari itu…gw setuju ama tulisan elu.

    Reply
  7. weh dikit tapi tajem euy .. kalau komen pertama pingin jadi angg DPR.. kenapa yang nulis -nya belum niatan jadi angg DPR hayoo ? xxixixi

    Reply
  8. "Mending sediakan satu tempat khusus buat pemakai seperti yang ada di Belanda, jadi pengguna hanya bisa memakai di area itu saja dan apabila memakai di luar area itu akan ditangkap, semua keperluan harus difasilitasi oleh pemerintah seperti insulin, alcohol swap, paper, bong tentu juga music bagi yang pengguna ekstasi.

    drugsnya juga harus disupply oleh pemerintah tentunya dalam pengawasan badan tertentu yang ditujuk oleh pemerintah untuk memonitor program itu.

    dan program recovery juga harus diimplementasikan kepada para pecandu yang berada di area tersebut supaya mereka bisa menentukan pilihan ingin berhenti atau terus lanjut.

    bagi yang ingin berhenti mereka harus menerima konsekuensi harus pasang badan atau yang biasa dikenal dengan istilah cold turkey dengan tujuan belajar bertanggung jawab 'berani pakaw berani sakaw.

    kalo yang pingin lanjut silahkan, mungkin one day at a time mereka akan sampai pada rock bottom dan memilih untuk recover.

    itu program yang akan saya tawarkan apabila suatu saat nanti saya menjadi anggota DPR"

    Reply

Leave a Comment


For security, use of Google's reCAPTCHA service is required which is subject to the Google Privacy Policy and Terms of Use.