Filosofi yang membuat pecandu bisa bertahan bersih


Dari pecandu oleh pecandu dan untuk pecandu, itu salah satu motto yang ada di Rumah Cemara. Itu adalah sebuah tempat komunitas yang kalo bahasa kerennya Community Support di Bandung, yang sampai kapanpun akan menjadi rumah dan menjadi bagian hidup saya. 

Banyak hal yang bisa dibahas kalo ngomongin RC, dari rehabilitasi nya sampai Homeless World Cup kemarin sebagai National Organizer.

Sebenernya diposting ini saya hanya ingin membahas sebuah filosofi yang dibuat oleh 4 resident pertama (sebutan untuk pasien rehabilitasi) di Rumah Cemara, yang masih selalu saya coba ingat-ingat dikepala, diresapi deh, dalem banget pastinya. Dan pastinya akan membuat kita (pecandu) bisa tetap bertahan 'bersih'.


Rumah Cemara

Tersesat Tak Tentu Arah
Dalam Cemas Dan Gelisah
Takut Dan Marah Dalam Nurani
Persaudaraan Hanya Kenangan
Kehangatan Penuh Halangan 
Menerima Adalah Kebesaran Jiwa
Mengubah Adalah Keberanian Hati
Perasaan Dan Pikiran Menjadi Kekuatan
Dalam Diri Untuk Melepaskan
Keyakinan Dan Kepercayaan Datang
Dengan Kebijaksanaan 
Niatan Tuhan Tidak Dapat Dipungkiri
Semua Terus Berjalan Seiring Dengan Waktu
Pemaafan Dan Penghargaan
Dalam Pengakuan
Dimana Kedamaian Datang Menenangkan

Keren banget kan temans?

Ada yang ingin berpendapat dari Filosofi Rumah Cemara ini? Monggo....

Credit to: Danan, Ichi, (alm Tolu), Anto




Ramai Berita Artis Pake Narkoba

Hari ini rame di berita - berita sampe ni twitter isi temlennya tentang Artis Rafi Ahmad Cs ditangkap melalui penyergapan oleh BNN pagi tadi (tgl 27 Jan '13) di rumahnya. Seliweran berita di tv dari gosip sampe headline kronologis penangkapannya. 

Di social media lebih geger lagi, mending kalau yang diceritain beritanya, tapi ini sampe ada kicauan di twitter yg bilang "welcome home raffi ahmad from janda to ganja". Ini apaan sih? Kayanya orang seneng banget liat orang kena musibah. Meskipun dia pake ganja kek, pake ekstasi kek, ya biarlah toh yang nikmatin dan dapet ganjarannya dia dan bukan kita juga.

Yang harus ditanyakan itu kemana Negara? Dalam kasus ini adalah kepolisian dan BNN. Ko si Narkoba selalu bisa lolos di masyarakat? Trus kelalaian mereka (negara) untuk menghentikan peredaran narkoba ini ditimpakan pada masyarakat yang memakai narkoba? Lucu ini kan jadinya.. Hemhhh negara yang aneh.

Wahai negara beserta anda perangkat-perangkatnya. Apabila tidak ada narkoba yang lolos di masyarakat, pasti mereka juga tidak akan memakainya kan?

Jangan limpahkan kelalaian anda pada masyarakat. Dalam kasus ini adalah pemakai, karena sampai kapanpun "Pengguna narkoba adalah Korban", korban dari kelalaian negara.

Dan untuk media, tolonglah membuat berita yang berimbang. Jangan sampai nanti anda kena 'karma' nya, dan menyesal ketika ada dari keluarga anda yang terkena narkoba.

Hemat saya, mau artis, pelajar atau siapapun, ketika mereka memakai narkoba itu adalah kelalaian negara. Dan negara wajib memberikan tempat bagi mereka untuk terlindungi dan dapat melepaskan diri dari ketergantungannya terhadap narkoba.

Bandar yang ditangkap bukan pemakai, jangan salah kaprah!

*maap-maap nih kalo ada bahasa yang ga enak, hanya unek-unek dari saya orang kecil



Twitter: @banirisset
pic: bodrum-hotels.com




Siaran Pers Menggalang Dana Satu Mimpi Untuk Indonesia

Siaran Pers 28 Agustus 2012
Untuk disiarkan segera

Rumah Cemara Menggalang Dana “Satu Mimpi Untuk Indonesia”

Demi mewujudkan mimpinya berlaga kembali mewakili Indonesia dalam kejuaraan dunia sepakbola Homeless World Cup (HWC) di Meksiko, Rumah Cemara melakukan program penggalangan dana. Program yang diberi nama “Satu Mimpi Untuk Indonesia” itu digulirkan untuk mengatasi ketiadaan sponsor dan dukungan Pemerintah Republik Indonesia yang mendukung mereka.

“Secara fisik dan mental, sebenarnya tim sepakbola kami sudah siap. Mereka terus berlatih. Karena masalah dana belum teratasi, maka kami lakukan pencarian donasi,” ungkap Febby Arhemsyah (32), manajer tim sepakbola Rumah Cemara,usai menghadiri kegiatan Temu Media dan Komunitas yang berlangsung di Bandung,yang difasilitasi Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Jawa Barat.

Febby menjelaskan, timnya memerlukan dana sebesar Rp500 juta agar dapat mengikuti HWC di Meksiko, 6 – 14 Oktober 2012. Sampai saat ini, dana yang terkumpul baru mencapai sekitar Rp45 juta. karena itulah dibuat gerakan #1000untuk1 dan disosialisasikan melalui beberapa jalur media,dan memanfaatkan secara maksimal pula social media, “Kalau kami bisa mengumpulkan donasi dari 500 ribu orang, maka tiap orang hanya perlu menyumbang seribu rupiah. Dengan begitu, kami bisa berangkat,” ungkap Febby menerangkan. 

Dalam kegiatan itu, Febby juga menjelaskan bahwa masyarakat yang ingin menyumbang bisa melalui beberapa cara diantaranya dengan datang ke sekretariat Rumah Cemara di Jl. Gegerkalong Girang No. 52 Bandung atau melihat informasinya dulu melalui website http://www.leagueofchange.org/donation/ 

Selain #1000untuk1 yang bisa disebut sebagai "aksi massa" karena keterlibatan masyarakat yang sangat besar, dukungan aksi serupa juga terjadi di kota-kota lain, seperti di jakarta yang di inisiasi IAC (Indonesia Aids Coalition), di Surabaya,Jogja,Makassar,Purwokerto,Sumedang dan lain-lain. selain itu Rumah Cemara mulai 28 Agustus 2012- 2 September juga akan menjaring Relawan untuk gerakan "1000 langkah untuk 1", aksi ini adalah bagian dari aksi #1000untuk1, yaitu berjalan kaki di seputaran kota Bandung untuk mengumpulkan Rp.1000,- dan Melakukan gerakan mengumpulkan sampah yang dilewati jalur relawan tersebut.

Lebih jauh Febby mengungkapkan niatnya apabila timnya dapat berangkat ke Meksiko. “Kami akan bermain bola selama 24 jam penuh. Ini menjadi janji atau nazar kami,” ucapnya. 

Seperti diketahui, dalam kejuaraan serupa yang berlangsung tahun lalu di Perancis, tim Rumah Cemara berhasil meraih sejumlah prestasi yang mengharumkan Indonesia. Dalam kejuaraan street soccer tersebut, mereka berhasil menduduki peringkat ke-6 dari 64 negara peserta, menjadi “Best New Comer”, dan salah seorang pemainnya, Ginan Koesmayadi menjadi “Best Player”. 

Tahun ini, Rumah Cemara kembali akan mewakili Indonesia dalam kejuaraan serupa di Meksiko, 6 – 14 Oktober 2012. Tim terdiri dari delapan pemain dan beberapa diantaranya orang dengan HIV-AIDS. Tim yang terbentuk merupakan hasil seleksi dari kompetisi Liga Perubahan (League of Change) yang digelar Februari lalu di Bandung dan diikuti tim sepak bola dari 8 provinsi di Indonesia, yaitu Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, Sumatera Utara, Kalimantan Selatan, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan DI Yogyakarta. 

RUMAH CEMARA
Rumah Cemara adalah organisasi berbasis komunitas yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup Orang dengan HIV/AIDS dan pengguna NAPZA melalui pendekatan sebaya. Didirikan oleh lima orang mantan pecandu pada tahun 2003, Rumah Cemara memiliki visi Indonesia tanpa stigma dan diskriminasi terhadap Orang dengan HIV/AIDS dan pengguna NAPZA. Salah satu kegiatan yang digagas oleh Rumah Cemara adalah Football for Change, yaitu sepakbola yang dimanfaatkan sebagai alat perubahan sosial. Program yang sudah berjalan sejak tahun 2009 ini menjadi lebih dari sekedar kegiatan olahraga, ketika terjadi forum diskusi dan pertukaran informasi diantara lawan dan Tim Rumah Cemara yang sebagian adalah Orang dengan HIV/AIDS. 

HOMELESS WORLD CUP (HWC) 
Homeless World Cup (HWC) adalah sebuah kompetisi sepakbola internasional tahunan yang mempersatukan lebih dari 300.000 orang-orang yang punya permasalahan terkait ketunawismaan dan yang termarjinalkan secara sosial agar mereka mendapatkan kesempatan sekali seumur hidupnya untuk mewakili negara serta mengubah kehidupannya. Homeless World Cup didukung oleh UEFA, dan klub-klub besar dunia seperti Manchester United, Real Madrid, Ambassador Eric Cantona dan pesepakbola internasional seperti Didier Drogba dan Rio Ferdinand (www.homelessworldcup.org). 

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi : 
Karmala Wardhani, Humas Rumah Cemara, Telp. 085222254255 
Febby Arhemsyah M, Manager Tim Nasional Homeless World cup 2012, Telp 08156021579 

 gambar karya : @pancaDZ

Tolong bantu sebarkan pada teman-teman blogger lain. 

Terimakasih 

http://www.leagueofchange.org/documentation/siaran-pers-menggalang-dana-satu-mimpi-untuk-indonesia/